Home
Upacara Peringati Hari Bhakti Imigrasi TPI Kelas IIB Dumai Ke-72 Secara Virtual | Wako Dumai Memacu Semangat Guru AgarTerus Meningkatkan Kapasitas Dalam Proses Pembelajaran | Pemkab Kampar dan BPN Siap Sukseskan Program PTSL. | Pemkab Kampar dan BPN Siap Sukseskan Program PTSL. | Pemerintah Kecamatan Kuala Kampar Buka Musrembang Tingkat Kelurahan Teluk Dalam | Peletakan Batu Pertama Pembangunan Musholla Haqqul Yakin Dilakukan Secara Simbolis Oleh Walikota
Jum'at, 28 Januari 2022
/ Politik / 15:53:20 / Pengamat IPI Sebut Jokowi Lebih Berpeluang Ketimbang Prabowo /
Pengamat IPI Sebut Jokowi Lebih Berpeluang Ketimbang Prabowo
Sabtu, 11/08/2018 - 15:53:20 WIB

REALITAONLINE.COM, JAKARTA – Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie kembali mengungkapkan analisisnya terkait pertarungan antara Jokowi dan Prabowo di pilpres mendatang. Analisis tersebut didasari pemetaan dari beberapa daerah yakni Jawa Barat waktu lalu white province atau dikuasai Gerindra dan PKS, Jawa Timur green province milik Partai PKB dan Jawa Tengah Red Province dipegang PDIP.

Menurut Jerry Massie, di atas kertas Jokowi masih unggul. Suara ulama atau kaum umat terbelah dan bisa ke Jokowi 65 persen. Suara wajib pilih di daerah saat Jokowi kalah 2014, misalkan Sumbar, Bangka Belitung, Riau, NTB, Jawa Barat bisa di take over Jokowi. Ditambah lagi sampai saat ini kekuatan relawan Jokowi masih sangat solid.

"Dalam duel pilpres kali ini Prabowo akan kerja keras. Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno yang sama-sama berasal dari Partai Gerindra tentu akan sulit membendung kekuatan Jokowi-Ma’ruf Amin. Malahan kantong Prabowo seperti Jabar, Banten, Sumbar, Babel, NTB, Aceh bisa direbut Jokowi lewat pasangannya Ma’ruf Amin," paparnya dalam diskusi publik yang mengusung tema : ‘Membaca Harapan Publik Dalam Pilpres 2019’ di Salemba, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Lebih lanjut dia menuturkan, jika Prabowo nantinya mengandalkan voters pemilih pemula atau milineal yang berjumlah 80 juta dari 196,5 juta total pemilih pada pilpres tahun depan dengan memanfaatkan usia muda pasanganya, maka akan ada sedikit kejutan untuk Prabowo.

Akan tetapi semua itu masih sangat bergantung strategi mesin partai dan tim sukses yang bekerja lewat konsep, isu politik dan rancangan program yang akan ditawarkan ke publik.

“Kemungkinan Sandiaga menggaet pemilih pemula dan milenial itu memungkinkan tapi Jokowi juga memiliki basis dikalangan pemilih tersebut.

Intinya bagi saya keputusan Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai cawapres sangat keliru. Bagi saya lebih baik memilih orang seperti Aher ketimbang Sandiaga. Barangkali memilih dalam kebingungan,” ucap Jerry. (bnc)***
   
 
 
 
 
 

Alamat Redaksi & Iklan :
 
Jl. Garuda No. 76 E Labuhbaru
Pekanbaru, Riau-Indonesia
  Mobile  : 081268650077
Email : yhalawa2014@gmail.com