Home
Polres Dumai Melalui Sat Pol Airud Polres Dumai Laksanakan Bhakti Sosial Polisi Humanis Bagikan Bela | Walikota Dumai H,Paisal Menghadiri Sekaligus Membuka Pelatihan Manajerial Berbasis Penelitian dan Pe | Salut! Kapolres Bengkalis Beri Hadiah Umroh Purnawirawan Polri | Polda Riau dan Polresta Pekanbaru Sabet Kompolnas Award 2022, DR Benny Mamoto (Ketua Tim Penilai) : | Polres Dumai Laksanakan Kegiatan Latihan Pra Operasi Pekat Lancang Kuning 2022 , Digelar Oleh Polda | Dandim 0320/Dumai Lerkol Arh Hermansyah Tarigan SE, Berikan Materi Wawasan Kebangsaan Kegiatan Scuri
Sabtu, 10 Desember 2022
/ Ekonomi / 15:47:08 / JOIN Mengutuk Keras Peristiwa Pemboman Tiga Gereja di Surabaya /
JOIN Mengutuk Keras Peristiwa Pemboman Tiga Gereja di Surabaya
Minggu, 13/05/2018 - 15:47:08 WIB

TERKAIT:
   
 

REALITAONLINE.COM, JAKARTA - Jurnalis Online Indonesia (JOIN) mengutuk keras peristiwa pemboman tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Dalam pemberitaan peristiwa tersebut, seluruh jurnalis dan media diimbau tetap menjaga kode etik.

"Terorisme adalah kejahatan luar biasa dan tidak dibenarkan oleh agama apapun. Kami mengimbau agar seluruh Jurnalis Online Indonesia berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan kode etik JOIN dalam memberitakan peristiwa teror bom di Surabaya," ujar Budi Chandra, Ketua Umum JOIN, Minggu (13/5).

Menurut Budi, untuk menjaga kode etik, hendaknya tidak menampilkan secara jelas gambar-gambar korban yang terluka ataupun tewas dari tragedi pemboman ini.

"Tidak menampilkan secara jelas gambar korban yang terluka dan  berdarah dari korban tragedi bom. Selalu check dan re-check setiap informasi terkait teror bom secara benar sebelum dipublikasi," jelasnya.

Sementara Koordinator Wilayah Jawa 1 (Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten) JOIN, Badar Subur juga meminta kepada para jurnalis serta masyarakat tidak menyebarkan luaskan gambar ataupun video korban teror bom di media sosial. Termasuk aplikasi komunikasi, guna menghormati kerabat dan keluarga korban.

"Jurnalis Online harus ikut serta menjaga stabilitas nasional, dengan terus menumbuhkan harapan rasa aman dan tenang. Serta tidak menimbulkan rasa ketakutan di masyarakat," tandasnya.

Lebih penting lagi, lanjut Badar, jurnalis online harus tetap memberitakan, mendorong dan mendukung aparat kepolisian menangani kasus ini secara menyeluruh dan tuntas.

"Dan jangan lupa tetap berhati-hati saat menjalankan tugas peliputan. Jangan malah membahayakan diri," pungkas Badar. (Humas JOIN)
   
 
 
 
 
 

Alamat Redaksi & Iklan :
 
Jl. Garuda No. 76 E Labuhbaru
Pekanbaru, Riau-Indonesia
  Mobile  : 081268650077
Email : yhalawa2014@gmail.com