Pelalawan - 
Dari ratusan perusahaan perkebunan yang beroperasi diwilayah Kabupaten Pelalawan,
...[read more] ">
 
 
Asian Agri Grup Penyumbang Kasus PHI Terbanyak Di Pelalawan

Dibaca sebanyak 816 kali
Pelalawan | Yulius Halawa | Selasa, 01/03/2022 | 18:28:45 WIB
 
Iskandar, M.Si,
Realitaonline.com, Pelalawan - 
Dari ratusan perusahaan perkebunan yang beroperasi diwilayah Kabupaten Pelalawan, ada sebanyak 60 kasus PHI (perselisihan hubungan industrial) yang diterima oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pelalawan sepanjang tahun 2021 lalu. Dari jumlah 60 kasus PHI tersebut, sebagian banyak disumbangkan oleh perusahaan perkebunan milik Asian Agri Grup.

Demikian dikatakan oleh kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pelalawan Amri Fuad melalui Sekretaris, Iskandar, M.Si, kepada media ini Selasa (1/3/2022) dikantornya. Hal itu ia katakan saat ditanyai berapa jumlah PHI yang dia tangani saat dia menjabat sebagai kepala Bidang PHI Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pelalawan tahun 2021 lalu.

"Dari jumlah sebanyak 60 kasus yang ditangani oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pelalawan tersebut, sebanyak 23 kasus yang disumbangkan oleh perusahaan milik Asian Agri Grup. Sebagian besar kasus itu bersifat indispliner seperti mangkir, atau tidak bekerja dengan baik dan tidak masuk kerja dan lain sebagainya," jelasnya.

Dikatakan mantan Kabid PHI Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pelalawan itu, setelah dilakukan mediasi antara tenaga kerja sebagai pelapor perusahaan tempatnya bekerja, terdapat PB (persetujuan bersama) sebanyak 23 kasus atau telah selesai. Sebanyak 22 kasus sudah dikeluarkan anjuran oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pelalawan yang artinya terserah kepada tenaga kerja yang bersangkutan, apakah ikut dengan anjuran atau melanjutkan gugatan ke pengadilan PHI. Sedangkan sebanyak 15 kasus lagi masih dalam proses mediasi, jelasnya. 

Menanggapi hal itu ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Federasi Serikat Pekerja Nasional Idonesia (FSPNI) Kabupaten Pelalawan Politinus Giawa mengatakan, perilaku perusahaan Asia Agri Grup sungguh tidak menghargai pemerintah. Aturan-aturan yang telah dibuat oleh pemerintah tidak dipatuhinya, tegasnya.

Menurutnya, perusahaan perkebunan milik Asian Agri grup itu berbuat sesukanya karena pemerintah dinilai lemah dalam menerapkan aturan yang ada. Seharusnya pemerintah mengambil langkah tegas kepada perusahaan Asian Agri Grup. Karena selama ini Asian Agri Grup merupakan perusahaan terbanyak menyumbangkan kasus, termasuk banyaknya hak-hak buruh dia hilangkan, cetusnya penuh kesal.

Politinus juga menyinggung masalah pengakatan SKU (standar kerja umum) dan K3. "Asian Agri Grup tidak mempedomani aturan pemerintah dalam pengangkatan SKU. Begitu juga penerapan ketentuam  K3 (kesehatan keselamatan kerja) bagi buruh sangat tidak memadai. Sehingga SK (surat keterangan) RSPO, ISPO dan ISCC milik perusahaan Asian Agri Grup harus di tinjau kembali, bila perlu dicabut," ujarnya menegaskan. (Sona)
 

Sabtu, 12/11/2022 - 13:22:15 WIB
Paripurna PPAS TA 2024 Dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan Baharuddin.SH.MH

Jumat, 21/10/2022 - 18:40:29 WIB
Bermunajat dalam Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw dan Helat Pelalawan ke-23

Kamis, 13/10/2022 - 20:21:53 WIB
*Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan Buka Sidang Paripurna Istimewa Helat Pelalawan ke-23*

Sabtu, 01/10/2022 - 16:21:01 WIB
Pj Bupati Kampar Pimpin Langsung Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Sabtu, 01/10/2022 - 12:07:39 WIB
Rapat Paripurna DPRD kabupaten Pelalawan Tentang APBD-P TA 2022 Disyahkan

Jumat, 16/09/2022 - 14:08:24 WIB
TIM JAKSA EKSEKUTOR Dan TIM TABUR Kejaksaan Negeri Pelalawan Tangkap Terpidana Kasus Pecabulan

Jumat, 16/09/2022 - 22:19:48 WIB
Kejari Pelalawan Bersama UIR Lakukan Kegiatan Penerangan Hukum

Rabu, 14/09/2022 - 09:06:54 WIB
Bangun Tugu Bono Rp 7,8 Miliar, EMP Bentu Ltd Teken MoU dengan Pemkab Pelalawan

Senin, 13/06/2022 - 05:42:58 WIB
Kolam Renang Mutiara Pangkalan Kerinci Makan Korban

Jumat, 10/06/2022 - 12:29:39 WIB
H.Zukri melantik pejabat baru untuk 8 kepala dinas di lingkungan Pemkab Pelalawan

Senin, 25/04/2022 - 14:08:03 WIB
DT Peduli Cabang Riau bagikan Al-Qur'an dan Paket Ibadah di 10 titik daerah Pelalawan

Sabtu, 16/04/2022 - 11:34:04 WIB
Ratusan Ha Kebun Sawit Haryono Diduga Tidak Kantongi Izin

Sabtu, 09/04/2022 - 10:14:29 WIB
IPK Minta SBPP Jangan Ganggu Perusahaan Perkebunan Haryono

Jumat, 08/04/2022 - 22:29:49 WIB
IPK Minta SBPP Jangan Ganggu Perusahaan Perkebunan Haryono

Kamis, 07/04/2022 - 20:09:19 WIB
Dua Orang Korban jiwa Laka lantas di Bandar seikijang Km.36 Jalintim

Minggu, 03/04/2022 - 16:24:01 WIB
Iptu legito.SH, lakukan Kamtibnas di wilayah Subsektor Pelalawan

Jumat, 01/04/2022 - 16:59:24 WIB
Oknum Sekdes Kuala Terusan Diduga Jual Lahan Desa

Rabu, 30/03/2022 - 07:19:05 WIB
Penyidik Lontarkan Kata Ancaman Penjara bagi Pelapor dan Korban Jika Tidak Damai

Rabu, 30/03/2022 - 05:23:05 WIB
"Klik Pelalawan," Satu Dari Program Unggulan Bupati Pelalawan

Minggu, 27/03/2022 - 12:48:19 WIB
IKN Pelalawan Bangga Dengan Prestasi Egidia Risda Dynata Lase

Minggu, 27/03/2022 - 12:35:28 WIB
Propam Polres Pelalawan Tindak Lanjuti Pemberitaan Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi Dengan Judi

Minggu, 27/03/2022 - 06:17:15 WIB
Dinilai Ada Kesenjangan Penegakkan Hukum di Polres Pelalawan.

Sabtu, 26/03/2022 - 02:07:54 WIB
Dugaan Oknum Polisi Dalang Judi di Pelalawan, Disorot LSM Pepara RI

Jumat, 25/03/2022 - 07:41:13 WIB
Kelurahan Pangkalan kerinci Timur Minta Diberi Waktu Berbenah

Kamis, 24/03/2022 - 15:56:45 WIB
Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur Terkesan Tunduk Dengan Aturan Kaling

 
HOME | UTAMA
PEMERINTAH KABUPATEN PELALAWAN © 2015
>