Pekanbaru - Berdasarkan hasil putusan Mahkamah Agung (MA) yang diduga diabaikan terhadap tiga (3) terpidana Morlan Cs (pelak...[read more] "> Pekanbaru - Berdasarkan hasil putusan Mahkamah Agung (MA) yang diduga diabaikan terhadap tiga (3) terpidana Morlan Cs (pelak" />
 
Home
Kabupaten Kampar siap laksanakan MTQ Riau ke-30 | Tuyan Benarkan SMK Negeri 01 Pungut Sewa Kantin Sekolah  | Judi Gelper Merajalela Di Kota Pekanbaru , Aparat Penegak Hukum Terkesan Tutup Mata  | Laporan Keuangan 2018 Pemprov Riau Raih WTP Dari BPK RI | Gubernur Riau Hadiri Balimau Kasai di Kampar | Gubri dan Walikota Pekanbaru Tinjau Tol Pekanbaru-Dumai
Selasa, 23 Juli 2019
/ Pekanbaru / 12:31:47 / Putusan Mahkamah Agung  Diabaikan Oleh Kejari Terhadap  Tiga Terpidana Pencurian Besi  /
Putusan Mahkamah Agung  Diabaikan Oleh Kejari Terhadap  Tiga Terpidana Pencurian Besi 
Sabtu, 22/06/2019 - 12:31:47 WIB

Realitaonline.com, Pekanbaru - Berdasarkan hasil putusan Mahkamah Agung (MA) yang diduga diabaikan terhadap tiga (3) terpidana Morlan Cs (pelaku pencurian), dengan tegas Kepala Kejaksaan Negeri Siak, Herry Hermanus Horo mengatakan, ”apabila salinan putusan sudah kami temukan, secepatnya akan kami eksekusi” tegasnya.

Sikap tegas Kepala Kejaksaan Negeri Siak, Herry Hermanus Horo tersebut menjawab Wartawan, berdasarkan hasil putusan Mahkamah Agung (MA) RI yang diabaikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) terhadap  tiga terpidana pencurian besi milik eks PT. Pertiwi Prima Plywood.

Dari informasi yang dihimpun Wartawan, tepat tahun 2012 Morlan Simanjuntak bersama dua orang rekannya (Alfian, Ramot Manalu) diduga mencuri besi sebanyak/seberat 2,8 ton milik PT. Pertiwi Prima Plywood di Desa Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, yang kemudian mereka (tersangka-red) didakwa oleh hakim pengadilan setempat karena terbukti melakukan perbuatan kejahatan pencurian secara bersama-sama.

Berdasarkan bukti amar putusan Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura tertanggal 10 Juni 2014, Nomor: 40/PID.B/2014/PN SIAK menyatakan terdakwa I ALFIAN, terdakwa II. RAMOT MANALU dan terdakwa III adalah Morlan Simanjuntak, karena terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dan menjatuhkan pidana terhadap  terdakwa  masing-masing selama 3 (tiga) bulan penjara.

Menimbang bahwa  putusan Pengadilan Negeri Siak kurang memberi efek jera dan tidak memenuhi rasa keadailan terhadap para terdakwa, Penuntut Umum atau JPU mengajukan permintaan banding tertanggal 12 Juni 2014 dengan akta permintaan banding Nomor 09/Akta Pid/2014/PN/SIAK.

Sehingga hakim pada tingkat PT Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru melalui putusan, Nomor: 186/PID.B/2014/PT.PBR, memutuskan  ke tiga terdakwa yaitu, Terdakwa I ALFIAN, Terdakwa II RAMOT MANALU dan Terdakwa III MORLAN SIMANJUNTAK dijatuhi pidana penjara  selama 8 (delapan bulan) dan menetapkan masa penangkapan dan masa penahanan yang telah dijalanai para terdakwa.

Namun  putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru diperkuat dengan  Putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, No: 424 K/PID/2016, ternyata para terdakwa tidak menjalaninya.

Sisa hukuman lima bulan lebih yang seharusnya dijalani para terpidana diabaikan Kejaksaan Negeri Siak hingga bertahun-tahun sampai sekarang (ketiga terpidana tidak eksekusi) alias bebas melenggang begitu.

Terkait kasus terpidana Morlan Simanjuntak CS yang sampai saat ini tidak dieksekusi, Humas Pengadilan Tinggi Pekanbaru Made Sutrisna, SH, angkat bicara. Menurut  Made Sutrisna kepada wartawan,  pasca putusan MA tersebut maka otomatis yang berlaku adalah putusan terakhir yaitu putusan pengadilan Tinggi. 

"Kasus tersebut sudah Inkrah, maka ketiga terdakwa harus ditahan oleh Jaksa. Karena putusannya yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap," kata Made seperti yang dilansir   realitaonline.com, Kamis (20/6/2019) siang di Gedung PT Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Siak, Herry Hermanus Horo via whatsApp (WA) mengucapkan trimakasih atas infor akurasi dari media. “Kami sedang menelusuri kronologis perkara dimaksud di kejaksaan Negeri Siak. Untuk segera menindaklajuti informasi tersebut, kami upayakan secepatnya. Dan apabila salinan putusan sudah kami temukan, kami lakukan eksekusi pada kesempatan pertama,” tandasnyagas

Menyikapi ketidakpastian supermasi hukum diwilayah Kejati Riau melalui Kejari Siak tersebut, Ketua Umum LBH Bela Rakyat Nusantara (Bernas) Sefianus Zai, SH, menyorot keras sikap Kejaksaan yang belum mengeksekusi para terdakwa.

Kita sangat menyayangkan profesionalitas Jaksa dalam kasus ini, mengapa tidak dilakukan penahanan?. Padahal putusan MA diatas sudah menjadi dasar penahanan ketiga terdakwa. Untuk itu LBH Bernas mendesak Kejaksaan Negeri Siak untuk segera melakukan penahanan bagi ketiga terdakwa. Ini demi rasa keadilan dimasyarakat," tegas Sefianus Zai diujung via seluler kepada media.

Dibagian lain, LBH Bernas mengaku akan menyurati Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas). ”Seraya kita mendesak penahanan, LHB Bernas akan melayangkan surat ke Jamwas Kejagung. Kita berharap, nantinya bisa terungkap apa motif pihak Kejaksaan Negeri Siak belum dilakukannya penahanan pasca putusan MA pada tahun 2016 silam itu turun," pungkasnya.

Lebih lanjut Ketua LBH Bernas ini menyampaikan, dalam kasus ini kita sudah menyurati Kepala Kejaksaan Tinggi Riau meminta agar eksekusi segera dilaksanakan. Surat resmi dari  LBH Bernas diterima oleh Staf Kejati Riau pada Jumat 21/06/2019.

"Mewakili masyarakat peduli hukum, LBH Bernas meminta Kepala Kejaksaan Tinggi Riau segera memerintahkan Kajari Siak Sri Indrapura agar segera menjalankan perintah putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia terhadap ke-tiga  terpidana sesuai ama putusan MA," tandas Sefianus, Jumat (21/06/2019) kemaren di Pekanbaru.(nzr/roc)***
   
 
 
 
 

Alamat Redaksi & Iklan :
 
Jl. Garuda No. 76 E Labuhbaru
Pekanbaru, Riau-Indonesia
  Mobile  : 081268650077
Email : yhalawa2014@gmail.com