BENGKALIS - SALAH satu upaya promosi pariwisata di Kabupaten Bengkalis yaitu Festival lampu colok dan kenduri Melayu. Festiva...[read more] "> BENGKALIS - SALAH satu upaya promosi pariwisata di Kabupaten Bengkalis yaitu Festival lampu colok dan kenduri Melayu. Festiva" />
 
Home
Walikota Firdaus Terima Penghargaan dari Wakil Presiden | Warga Desa Teluk Kesal Diterpa Fitnah  | Pengelolaan Dana BOS Terkesan Ditutupi SMKN 1  | APBD Pelalawan 2020 Senilai Rp1,5 triliun Lebih Akhirnya Disahkan | Kepsek SMKN 1 Dinilai Kangkangi UU KIP  | Pameran Cuci Gudang Terbesar Dengan Diskon Hingga 90%
Jum'at, 06 Desember 2019
/ Advertorial / 10:46:28 / Lampu Colok dan Kenduri Melayu di Bengkalis Kearifan Lokal yang Harus Dijaga /
Lampu Colok dan Kenduri Melayu di Bengkalis Kearifan Lokal yang Harus Dijaga
Selasa, 05/06/2018 - 10:46:28 WIB
 Promosi pariwisata di Kabupaten Bengkalis yaitu Festival lampu colok dan kenduri Melayu.
TERKAIT:

REALITAONLINE.COM, BENGKALIS - SALAH satu upaya promosi pariwisata di Kabupaten Bengkalis yaitu Festival lampu colok dan kenduri Melayu. Festival ini menjadi agenda tahunan pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis.

Jelang perayaan Idul Fitri, kegiatan Lampu Colok ini meramaikan dan memeriahkan menyambut tibanya hari raya. Biasanya, Lampu colok dilaksanakan pada malam ke-27. Lampu colok ini menjadi salah satu kearifan lokal Kabupaten Bengkalis.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis H. ANHARIZAL, SE, M.Si melalui Sekretaris Disparbudpora Kabupaten Bengkalis Drs. Nurminsyah, M.Pd, Kamis (31/5/2018).

Ia mengatakan, pelestarian lampu colok dan kenduri Melayu ini sangat penting, karena selain merupakan tradisi masyarakat yang dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk syiar Islam. Banyak hikmah maupun tunjuk ajar kehidupan yang dapat dipetik di dalamnya.

Dikatakannya, hikmah dan tunjuk ajar dimaksud diantaranya dapat menumbuhkembangkan serta mempererat semangat persaudaraan, kekompakan, kepedulian, serta gotong royong di kalangan masyarakat, dan pemuda.

Selama ini terlihat sambungnya, semangat itu kian tergerus dampak globalisasi dan modernisasi yang memang lebih banyak mengajarkan pola hidup individualistis. Selain itu, perlu dilestarikannya tradisi yang sudah berlangsung sejak zaman berzaman,dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Karena, kearifan lokal ini memiliki kekhasan tersendiri. "Keunikan yang bukan saja membuat warga Kabupaten Bengkalis di perantauan rindu untuk pulang ke kampung halaman, tetapi juga dapat menarik wisatawan berkunjung ke daerah kita, tahun ini Festival lampu colok dan kenduri Melayu bulan Ramadan 1439 Hijriah/2018 Masehi akan dibuka resmi di  Desa Meskom," ungkapnya.

Potensi Pariwisata Kabupaten Tertua di Riau

BERADA di hamparan pulau-pulau. Bukan berarti Kabupaten Bengkalis tidak memiliki destinasi wisata unggulan. Sejumlah objek-objek wisata yang hingga saat ini masih berdiri di Bengkalis selain dibantu dengan alamiah, juga pernah disupport melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hari ini sektor pariwisata merupakan objek yang menjanjikan. Di Dunia pariwisata menjadi sektor unggulan atau nomor dua setelah minyak dan gas (Migas). Tentunya, Kabupaten Bengkalis yang memiliki potensi-potensi wisata seperti pantai-pantai indah dengan laut lepas, peninggalan sejarah, dan merupakan kabupaten tertua di Riau yang kini sudah berusia 506 tahun.

Selain itu, Kabupaten Bengkalis juga merupakan kawasan yang berhadapan langsung dengan Negara tetangga Malaysia. Wilayahnya mencakup daratan bagian timur Pulau Sumatera dan wilayah kepulauan dengan luas sekitar 7.793,93 km2. Ibukota kabupaten berada di Bengkalis tepatnya di pulau Bengkalis yang dipisah oleh laut dan daratan sumatera.
Foto Yulius Halawa II.
Selama ini, Kabupaten Bengkalis penghasil terbesar minyak bumi yang menjadi sumber terbesar APDD-nya bersama dengan gas. Secara goegrafis pula, Kabupaten Bengkalis berada di kawasan strategis, karena dilakui oleh jalur perkapalan internasional menuju ke Selat Malaka. Bengkalis juga termasuk dalam salah satu program Indonesia Malaysia Singapore Growth Triangle (IMS-GT) dan Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT).
Foto Yulius Halawa II.
Jadi, potensi-potensi wisata unggulan yang ada tentunya bisa menjadi sumber pendapatan baru. Selain dari sektor Migas. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis H. ANHARIZAL, SE, M.Si melalui Sekretaris Disparbudpora Kabupaten Bengkalis Drs. Nurminsyah, M.Pd, Kamis (31/5/2018) lalu mengutarakan, Kabupaten Bengkalis tetap memiliki kawasan yang bisa mendatangkan wisatawan.

Menurutnya, pihak Disparbudpora terus melakukan berbagai upaya dalam mempromosikan pariwisata di Kabupaten Bengkalis. Sejumlah event pariwisata, event tersebut sebagian sudah menjadi kelender tahunan kegiatan Disparbudpora. Beberapa event yang setiap tahun dilaksanakan diantaranya bidang kebudayaan.

“Event untuk mempromosikan pariwisata di daerah kita terus kita lakukan, dari banyaknya event yang kita laksanakan seperti di bidang kebudayaan kita melaksanakan Mandi Safar, Festival Lampu Colok dan kenduri melayu yang sebentar lagi akan kita laksanakan di bulan Ramadan, ini menjadi promosi wisata kita,”katanya.

Selain itu juga, sambung Nurminsyah, di bidang pariwisata event seperti Rupat Beach Festival dan sayang-sayang selat atau dikenal dengan Pesta Pantai. Mulai dari Pantai terdekat yakni Pantai Selatbaru. Ini juga menjadi arena promosi untuk memperkenalkan objek wisata itu kepada daerah luar.

“Kita melakukan kegiatan seperti Rupat Beach Festival dan sayang-sayang selat yang dulunya di sebut pesta antai selat baru. Semua kegiatan ini dilakukan guna menarik pengunjung dari dalam daerah maupun luar daerah untuk berwisata di kabupaten Bengkalis, jika potensi ini digali dengan serius maka tentunya hal ini bisa menjadi sumber pendapatan bagi daerah,”katanya.(randi)

Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis
Irmi Syakip Arsalan, S.Sos

Garap Potensi Wisata yang Saling Terintegrasi

BERBICARA potensi pariwisata di Kabupaten Bengkalis. Tentunya tidak bisa dilihat secara sepenggal. Baik sisi anggaran pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia (SDM), serta pelibatan masyarakat setempat.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis Irmi Syakip Arsalan, S.Sos, Kamis (31/5/2018) lalu mengatakan, DPRD mendorong pariwisata di Kabupaten Bengkalis, karena pariwisata hari ini salah satu potensi baru untuk menghasilan sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Ia mengatakan, hari ini APBD Bengkalis khusus pendapatan Minyak dan Gas (Migas) tidak lagi berpotensi. Mau tidak mau harus mencari sektor baru yakni pariwisata, dan pariwisata ini tidak bisa dilihat hanya secara parsial.

“Bicara pariwisata tidak hanya dilihat secara parsial, artinya kami mendorong OPD terkait yakni dinas pariwisata untuk membuat konsep master plan pengembangan pariwisata di Bengkalis. Konsepnya  harus dibuat secara utuh, sehingga jika ada investor yang ingin mengembangkannya bisa mendapat akses secara langsung,”kata Irmi Syakip.

Menurut Irmi Syakip, saat ini di Kabupaten Bengkalis salah satu objek wisata yang sudah terkenal di Riau dan nasional adalah  Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Pulau Rupat yang sudah diusulkan.

Ia menilai, hari ini pasca penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau, tentunya berimplikasi pada kawasan wisata di Kabupaten Bengkalis. Diharapkan, kawasan wisata di Kabupaten Bengkalis bisa terbangun dengan baik, dan tepat.

“Beberapa hari lalu kami sudah berkonsultasi ke Dinas Pariwisata Provinsi, disana kita dapati informasi jika RTRW khusus kawasan pariwisata sudah masuk ke pemerintah pusat, dan informasi yang kami terima sudah ada investor yang sudah siap untuk menanamkan modalnya, saya kira ini peluang yang baik, yang perlu sama-sama kita sinergikan. Baik DPRD, pemprov, dan pemkab,”katanya.

Ia juga mengatakan, untuk kawasan wisata ini, pemerintah daerah tidak bisa berharap banyak untuk pembangunan infrastruktur pariwisata ini, jika hanya di topang oleh APBD Bengkalis. Artinya, hari ini seluruh sektor harus mampu menggali sumber-sumber lainnya untuk pengembangan wisata.

“kita tidak bisa berharap banyak untuk pembangunan infrastruktur pariwisata ini, jika hanya di topang oleh APBD Bengkalis, artinya hari ini kita harus mampu menggali sumber-sumber lain, misalnya di topang melalui APBD provinsi, atau APBN, seperti wisata masyarakat, ramah senyum, masyarakat memiliki sadar wisata sangat penting. Pembangunan SDM nya, dari sisi infrastruktur harus ada anggaran dari pusat,”katanya.

Dikatakannya, hari ini juga DPRD juga mengamati jika pariwisata di Kabupaten Bengkalis ini promosi daerah sudah baik, akan tetapi tidak hanya promosi yang harus digalakkan. Namun upaya-upaya lainnya seperti gerakan bersama pemerintah, DPRD, dan masyarakat setempat yang tinggal di lokasi wisata.

Irmi Syakip menilai, gerakan bersama itu sangat penting,  tentunya berharap dinas pariwisata untuk tidak main-main, dan dinas pariwisata merancangnya membangun sebuah konsep yang direalisasikan.

“Hari ini yang jadi fokus, adalah Rupat, baik di Pantai Tanjung Medang dan Teluk Ketapang. Begitu juga Bengkalis juga punya potensi, pantai Selatbaru, Prapat Tunggal. Kita punya potensi, tinggal bagaimana kemauan saja.  Apa ada atau tidak,  dan tentunya tidak cukup dengan konsep-konsep, akan tetapi harus eksen. Karena promosi sudah sekian lama,”terangnya.

Pria yang akrab disapa Ikip ini juga menjelaskan, wisata bengkalis kedepan perlu digali dan harus digarap secara baik, memulainya dengan inventeriasasi destinasi wisata.

“Saya dapat informasi ada pantai baru, seperti pantai tenggayun, disana ternyata banyak pengunjungnya. Nah ini harus di inventarisir secara baik, sehingga bisa menjadi sumber potensi PAD, dan berharap pemerintah pusat untuk memberikan fasilitas melalui bantuan keuangan,”katanya.
Foto Yulius Halawa II.
Satu pesan DPRD terkait pembangunan pariwisata daerah ini. Pembangunan pariwisata harus terintegrasi, maksud terintegrasi adalah tidak hanya ditangani dinas pariwisata sendiri, tapi juga melibatkan OPD lainnya.  Infrastruktur jalan mungkin bisa dibangun dinas PU, kemudian peningkatan Ro-Ro Rupat, dari Dumai ke Rupat harus bekerja sama dengan dinas perhubungan,

“Jika ini diterapkan, Insya Allah, peluang itu bisa diraih secara bersama-sama. Pembangunan daerah wisata Harus terintegrasi, lintas sektor melalui OPD yang menangani. Itu salah satu masukan-masukan dan pemikiran dari saya, semoga Bengkalis bisa menjadi daerah maju, dan terkenal secara nasional,”tandasnya.

Harus Ada Daya Tarik

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Bengkalis Sudirman, bicara soal pariwisata untuk Kabupaten Bengkalis sangat memiliki potensi besar. Ia mengatakan, di era kepemimpinan kepala daerah terdahulu, kawasan-kawasan wisata ini sudah ada, tinggal bagaimana mengembangkan serta melestarikannya secara baik.

Selain itu, sambung Sudirman, objek wisata itu tidak terlepas dari kalimat daya tarik. Misalnya, di Bengkalis memiliki pantai wisata, contohnya Pantai Indah Pulau Rupat, Pantai Indah Selatbaru. Tentu untuk mengundang minta wisawatan berkunjung, harus ada daya tarik di kawasan wisata itu.

“Daya tarik pariwisata harus terukur, jika itu dilaksanakan, maka sudah barang tentu kawasan yang dibangun akan ramai didatangi,”tutur Sudirman.

Menurutnya lagi, sebagai masyarakat Bengkalis peluang-peluang untuk masyarakat sampai hari ini belum dirasakan, artinya banyak masyarakat yang belum mendapatkan pembinaan pariwisata ini. Begitu juga dengan pelaku pariwisata itu sendiri, mulai dari pelayanan, hingga pengetahuan akan produk unggulan wisata.

“Masyarakat seperti kami ini yang tinggal tidak jauh dari lokasi wisata tentu butuh pembinaan, mulai dari apa yang harus kami buat untuk meramaikan objek wisata, apa yang harus kami lakukan untuk menarik wisatawan, sebagai masyarakat tentunya kami punya peran. Walau hari ini kami sudah mulai menangkap peluang yang ada dengan berjualan, makanan di salah satu pantai di Bengkalis,”paparnya.(Advertorial/Randi)***
   
 
 
 
 

Alamat Redaksi & Iklan :
 
Jl. Garuda No. 76 E Labuhbaru
Pekanbaru, Riau-Indonesia
  Mobile  : 081268650077
Email : yhalawa2014@gmail.com