PEKANBARU - Suatu pagi dua pekan lalu, ketika Tohap Sinaga, warga Jalan Sultan Syarif Qasim, Perawang, mengantar anaknya pergi sekolah di...[read more] "> PEKANBARU - Suatu pagi dua pekan lalu, ketika Tohap Sinaga, warga Jalan Sultan Syarif Qasim, Perawang, mengantar anaknya pergi sekolah di" />
 
Home
Diduga Mark Up Proyek Preservasi  Jalan Nasional Batas Kuasing Sampai Perbatasan Provinsi Sumbar. | Partai PDIP Segera Ambil Sikap Terkait Kasus MS | Putusan Mahkamah Agung  Diabaikan Oleh Kejari Terhadap  Tiga Terpidana Pencurian Besi  | Ketua IKNR Riau Minta Penyidik Tuntaskan Kasus Tewasnya Dua Anak Pekerja Sawit | Dua Anak Pekerja PT.Bumi Sawit Perkasa  Diduga Tewas Kena Aliran Listrik  | LBH Bernas Riau Surati Kajati Riau Terkait  Tidak  Dieskusinya Putusan MA
Rabu, 26 Juni 2019
/ Siak / 19:33:49 / Atlit Karate Asal Perawang yang akan Bertanding ke Belgia /
Atlit Karate Asal Perawang yang akan Bertanding ke Belgia
Selasa, 12/09/2017 - 19:33:49 WIB

REALITAONLINE.COM,PEKANBARU - Suatu pagi dua pekan lalu, ketika Tohap Sinaga, warga Jalan Sultan Syarif Qasim, Perawang, mengantar anaknya pergi sekolah dia melihat bener bergambar Drs H Syamsuar MSI, banyak yang jatuh ke tanah.

Seiring dengan hal itu, terpasak niat Tohap untuk memungut bener yang sebelumnya terpasang di pohon itu, untuk diperbaiki. Apalagi dia sangat simpati dengan kepemimpinan Syamsuar selama dua priode di Kabupaten Siak.

Pulang dari mengantar anaknya sekolah, Tohap pun memungut bener yang jatuh itu. Kemudian, dengan rasa penuh simpati dibawa bener-bener tersebut pulang ke rumahnya.

Tohap yang sehari-hari berjualan barang harian di pinggir jalan itu, masuk ke rumah dan mengambil paku dan tukul besi (penokok). Lalu, bener itu dipasangnya di pohon di depan kedainya.

Kisah Tohap ini, sampai ke telingga Syamsuar. Rasa bangga dengan warganya yang mencintai dan simpati tanpa pamrih ini menyulut niat Syamsuar untuk bersilaturahmi. Namun waktu yang sibuk tak bisa dilalukan orang nomor satu di negeri istana itu secepat informasi yang dia peroleh.

Sepulang dari silaturahmi dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Senin (11/9/2017), Syamsuar menyempatkan diri bertandang ke rumah Tohap Sinaga tanpa memberi tahu.

Kedatangan Syamsuar yang mendadak ini, membuat Tohap terkejut. Seketika dia terharu dan tak tau mau berkata apa-apa. "Saya tersanjung dan bangga atas kedatangan Pak Syamsuar yang mendadak ini," kata Tohap.

Syamsuar pun tak canggung menyalami serta memeluk Tohap, bahkan untuk beberapa saat Syamsuar tampak bercanda dengan dua anak Tohap.

Tohap sempat menceritakan kisah dia memungut bener bergambarkan Syamsuar. Hal ini dia lakukan karena Tohap simpati dan punya keyakinan Pak Syamsuar pemimpin yang baik. "Saya mendoakan bapak sukses menjadi Gubernur Riau nantinya," ucap Tohap.

Tohap juga menceritakan, anaknya bernama Buffon Julianto Sinaga adalah merupakan atlet berprestasi dan akan mengikuti pertandingan karate di Belgia dalam waktu dekat ini.

Mendengar cerita Tohap itu, Syamsuar juga sempat terharu. Dia tak menyangka, bahwa ada warganya begitu tulus membantunya untuk membangun Riau lebih baik lagi.

"Terima kasih atas partisipasi dan dukungannya, saya juga merasa bangga karena anak Pak Tohap Sinaga adalah ada yang berprestasi, tak hanya mengharumkan nama Siak namun juga mengharumkan nama bangsa ini," kata Syamsuar.

Kisah warga simpati Kepada Syamsuar, juga terjadi di Kampar. Pemilik Rumah Makan Gulai Baung, Jalan Lintas Pekanbaru-Taluk Kuantan, Desa Simalinyang, Km 42, Kampar, Jalinar, juga menaruh rasa bangga kepada Syamsuar.

"Ya, kenal lah yang datang serombongan itu. Kan itu Bupati Siak, Pak Syamsuar. Pak Syamsuar itu kan bakal calon Gubernur Riau. Dia adalah pemimpin yang baik, peduli dengan masyarakat dan agamis," kata Jalinar, akhir pekan lalu ketika Syamsuar baru pulang dari membuka turnamen volly ball dalam rangka hari besar Islam, Idul Adha, Minggu (3/9/2017), di Desa Gunung Sahilan, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar.

"Pak Syamsuar saya foto tadi, nanti mau saya promosikan juga di facebook, bahwa dia calon Gubernur Riau yang bagus sedang makan di rumah makan saya," kata Jalinar dan membagikan senyumnya.

Jalinar mengaku, dia baru pertama kali bertemu langsung dengan Syamsuar. Ingin rasa hatinya untuk foto bersama namun dia terpaksa mengurungnya niat lantaran Jalinar merasa pakaian yang dia kena kurang sopan. "Waduh, saya lagi pakai baju seperti ini. Rasanya tak mungkin berfoto sama Pak Syamsuar. Saya mau saja berfoto dengan dia," ungkap Jalinar.

Karena memang simpati dengan Syamsuar, Jalinar meminta kelender, baju, atau stiker untuk dia melalukan sosialisasi. Bahkan, ketika seorang pendamping Syamsuar menempel lima lembar stiker di dinding, Jalinar merasa kurang. "Tambah lah stikernya. Biar orang tau ini calon gubernur kita," katanya.

Karena Syamsuar memang mau bergerak pulang, akhirnya Jalinar meminta stiker dan dia sendiri yang akan memasangnya di dinding rumah makannya dan ke sejumlah warga. "Nanti di kebun banyak orang trans, saya bagikan stiker dan baju ini," janji Jalinar.

Di depan pintu rumah makannya, Jalinar sempat bersalaman dengan Syamsuar sebelum beranjak. Tak hanya sekedar bersalaman, Jalinar juga sempat mendoakan Syamsuar agar selalu sehat dan sukses menuju menjadi gubernur.***
   
 
 
 
 

Alamat Redaksi & Iklan :
 
Jl. Garuda No. 76 E Labuhbaru
Pekanbaru, Riau-Indonesia
  Mobile  : 081268650077
Email : yhalawa2014@gmail.com