LSM Bara Api Ungkap Dugaan Proyek Fiktif Pemeliharaan Jembatan Perawang Senilai Rp1,1 Miliar

Dibaca sebanyak 440 kali
Pekanbaru | Yulius Halawa | Senin, 21/12/2020 | 17:27:16 WIB
 

REALITAONLINE.COM,  PEKANBARU- Ketua LSM Bara Api Provinsi Riau mengungkap kejanggalan pelaksanaan proyek pemeliharaan Jembatan perawang atau yang dikenal Jembatan Maredan Kabupaten Siak.

Berawal dari hasil investigasi yang dilakukan pihaknya (LSM Bara Api), didukung data awal, Jackson Sihombing selaku ketua elemen anti korupsi (LSM Bara Api) Provinsi Riau itu mengungkapkan, bahwa hasil penelusuran dilokasi pekerjaan yang harus dilaksanakan pihak rekanan Pemenang CV Riau Karya Lestari yang dinaungi oleh Dinas PUPR Provinsi Riau dengan biaya anggaran sebesar Rp1.135.967.473,85,- seharusnya dikerjakan, justru tidak terlihat hasil pengerjaan diduga fiktif.


"Paket proyek tersebut dengan nama kegiatan Pemeliharaan Jembatan Perawang, berdasarkan data kami tidak melihat pelaksanaan yang sudah dianggarkan oleh PUPR Provinsi Riau pada tahun 2017. Kami menduga ini pekerjaan fiktif, ini harus diungkap" ujarnya


Berdasarkan Quantity pekerjaan diuraikan, seharusnya pemeliharaan jembatan Perawang tersebut seperti item expansion joint tipe asphalt plug dan moveable harus terlaksana. Kemudian,item lampu PJU tenaga surya dan pemgembalian kondisi pelapisan permukaan Baja struktur harus terlihat dilokasi. "Hampir sama sekali tidak ada pelaksanaan di lokasi. tidak ada tanda-tanda pekerjaan" ulasnya menjelaskan.


Jackson Sihombing juga menambahkan, selain proyek pemeliharaan jembatan Perawang yang sudah ditelusuri pihaknya, ada beberapa paket proyek yang diduga menyimpang pelaksanaannya dilapangan, yaitu proyek peningkatan jalan Simpang Minas-Simpang Pemda-Simpang Tualang Timur yang dianggarkan pada tahun 2019 lalu. Paket ini dimenangkan oleh PT Duta Karya Mandiri Perkasa dengan nilai anggaran Rp 4.283.920.000.


Menurut Jackson Sihombing, peningkatan jalan simpang Minas-Simpang Pemda-Simpang Tualang Timur ini banyak juga persoalan yang ditemukan. yaitu adanya pengurangan volume pada Quantity pekerjaan. Mulai panjang jalan 600 meter, namun yang terlaksana dilapangan hanya 550 meter.


"Tafsiran perhitungan kami, negara dirugikan dengan estimasi Rp 890 juta an. karena banyak pelaksanaannya dikurangi seperti item perkerasan beton semen, pekerjaan lapis pondasi bawah beton kurus yang diduga banyak tidak sesuai pada dokumen Kontrak, ini bukti awal kami". 


Diakui Jackson, pihaknya melalui lembaga yang dipimpinnya (LSM Bara Api) sebelumya telah melakukan klarifikasi resmi ke pihak dinas PUPR Provinsi Riau sejak bulan Agustus 2020 lalu, namun konfirmasi/klarifikasi tertulis tersebut tak digubris.


"Sudah kita surati, namun belum ada jawaban. Mungkin karena masa pandemik ini pergerakan agak sulit untuk mempertanyakan kembali ke Dinas terkait. Tapi langkah selanjutnya di uji ke penegak hukum saja lah". sebutnya


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, Taufik O.H, belum berhasil dikonfirmasi, karena selulernya saat dihubungi Harian Berantas belum aktif. (tim)***
 

Sabtu, 27/02/2021 - 07:21:49 WIB
Foaro Gea Korban Pengeroyokan Minta Laporannya Ditindaklanjuti Polesek Rumbai

Rabu, 24/02/2021 - 16:05:32 WIB
Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu Kota Prkanbaru Gelar Silaturahmi Dengan Ketua PBNU Riau

Rabu, 17/02/2021 - 18:11:12 WIB
Ketua B2P3 Mengajak Anggota PP Mendaftarkan Diri dan Mengikuti Diksar Satpam

Senin, 15/02/2021 - 15:43:47 WIB
Wali kota Pekanbaru DR H Firdaus ST menerima kunjungan rombongan Pekanbaru PCCN .

Jumat, 12/02/2021 - 22:57:12 WIB
B2P3 Riau Mulai Melakukan Terobosan Baru Untuk Kesejahteraan Anggota

Jumat, 12/02/2021 - 19:19:00 WIB
Berikan Rasa Aman Saat Ibadah Imlek Polresta Lakukan Patroli Kamtibmas di Sejumlah Vihara Kota Pekan

Kamis, 11/02/2021 - 16:59:33 WIB
Kapolda Riau Pimpin Apel Kesiapan Bhabinkamtibmas Dan Tenaga Medis Kepolisian Sebagai Tracer dan Vak

Kamis, 11/02/2021 - 08:18:34 WIB
Ajak Gubernur, Kapolda Riau dan Pangdam I BB Taja Kegiatan Peduli Masyarakat CegahCovid-19

Rabu, 10/02/2021 - 12:22:25 WIB
BEM UMRI MENGECAM PEMBUATAN MONUMEN DI KOTA PEKANBARU

Jumat, 05/02/2021 - 08:04:06 WIB
Kapolda Riau,Gelar Konferensi Pers Ungkap Narkoba Jenis Cair Dan Musnahkan 20 KH Sabu

Kamis, 04/02/2021 - 01:15:14 WIB
Feri Windria SAH Menjabat Ketua DPD PWRI Provinsi Riau

Rabu, 03/02/2021 - 07:11:43 WIB
Polda Riau Terima Kunjungan Dari Pangdam 1 Bukit Barisan

Selasa, 02/02/2021 - 07:51:00 WIB
BAHU Partai NasDem Pekanbaru Siap Berikan Konsultasi Hukum Gratis Kepada Masyarakat

Sabtu, 30/01/2021 - 07:25:58 WIB
BUMD Jabar Tidak Ada Rencana Akan Mengelola Blok Rokan di Riau

Jumat, 29/01/2021 - 09:12:06 WIB
Kelurahan Wonorejo Kota Pekanbaru Melaksanakan Musrenbang

Senin, 18/01/2021 - 07:45:24 WIB
Tiga Daerah Sekolah Tatap Muka Sudah Bisa di Mulai 18 Januari.

Rabu, 06/01/2021 - 16:57:48 WIB
Sekda Panggil Seluruh Mandor Pengangkutan Sampah

Senin, 28/12/2020 - 11:49:24 WIB
Dekranasda Pekanbaru Terima Lima Buku Pesona Baju Adat Pengantin Indonesia dari Ketua Bhayangkari

Kamis, 24/12/2020 - 07:58:12 WIB
Panitia Natal Wartawan, Berbagi Kasih Dengan anak-Anak Panti Asuhan

Senin, 21/12/2020 - 17:27:16 WIB
LSM Bara Api Ungkap Dugaan Proyek Fiktif Pemeliharaan Jembatan Perawang Senilai Rp1,1 Miliar

Minggu, 20/12/2020 - 11:11:36 WIB
Alat Berat Berat Parkir di Eks Kantor Kejati Riau

Jumat, 11/12/2020 - 18:31:24 WIB
Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan di Kampar, Kejati Riau Tetapkan Empat Tersangka

Kamis, 10/12/2020 - 15:07:04 WIB
Dua Hari Beruntun, Kecelakaan Terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai

Minggu, 06/12/2020 - 05:39:42 WIB
Menyambut Natal Dan Tahun Baru, PT Rifan Financindo Serahkan Sembako Kepada PBB

, 00//0000 - 00:00:00 WIB
Miliki dan Simpan Sabu di Rumahnya, Pemuda Kulim Diamankan Polisi

 
HOME | UTAMA
PEMERINTAH KOTA PEKANBARU © 2015