Amril Mukminin Divonis 6 Tahun Penjara 

Dibaca sebanyak 208 kali
Pekanbaru | Yulius Halawa | Senin, 09/11/2020 | 19:23:51 WIB
 

Realitaonline.com, Pekanbaru- Bupati Bengkalis Non Aktif Amril Mukminin divonis 6 tahun kurungan penjara dan denda Rp500 juta, karena dinilai terbukti bersalah dalam kasus suap proyek Jalan Duri-Sei Pakning.

Majelis Hakim Tipikor PN Pekanbaru menilai terdakwa Amril Mukminin terbukti melanggar Pasal 12 Huruf a UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

"Menyatakan terdakwa Amril Mukminin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, menjatuhkan hukuman penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp500 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan kurungan penjara selama 6 bulan," ungkap Ketua Majelis Hakim Lilin Herlina SH, MH, Senin (9/11/2020) membacakan  putusan Majelis Hakim Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Selain itu, Majelis Hakim Tipikor PN Pekanbaru menjatuhkan vonis mencabut hak politik Amril Mukminin selama tiga tahun terhitung  sejak  Amril Mukminin selesai menjalankan hukuman penjara.

"Menjatuhkan hukuman pencabutan hak terdakwa untuk dipilih menjadi pejabat publik, selama tiga tahun terhitung selesai terdakwa menjalankan hukuman pidana," tegas Lilin.

Kendati, vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim Tipikor PN Pekanbaru sama dengan tuntutan JPU KPK. Namun, JPU KPK langsung menyatakan banding atas vonis majelis Hakim Tipikor PN Pekanbaru.

"Karena, ada satu dakwaan kami dinyatakan tidak terbukti, maka kami langsung banding," tegas JPU KPK dalam usai pembacaan vonis dalam sidang yang digelar secara virtual.

Sementara itu, Kuasa Hukum Amril Mukminin, Wirya Nata Atmaja belum mengambil keputusan atas vonis yang dijatuhkan hakim Tipikor PN Pekanbaru. Pasalnya, Tim kuasa hukum perlu mendiskusikan dengan klien mereka terdakwa Amril Mukminin.

"Kami masih pikir-pikir dulu dan diskusikan dengan Pak Amril karena hari ini tidak hadir karena sakit. Kemungkinan kami akan banding," tandas Wirya.

Dalam tuntutan KPK, Amril dinilai terbukti melakukan korupsi secara berlanjut, yakni suap dari PT Citra Gading Asritama (CGA) sebanyak Rp5,2 miliar terkait proyek jalan Duri-Sei Pakning dan gratifikasi dari dua orang pengusaha pabrik kelapa sawit sebanyak Rp23,6 miliar lebih.

Dari pengusaha Jonny Tjoa sebesar Rp12.770.330.650 dan dari Adyanto sebesar Rp10.907.412.755. Uang itu diterima dikediamannya pada Juli 2013-2019. Ada juga yang langsung diberikan kepada Amril Mukminin dan ada melalui rekening istrinya, Kasmarni. Ketika itu Kasmarni menjabat Camat Pinggir.

Uang puluhan miliar diterima Amril Mukminin saat masih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis 2 periode yakni 2009-2014, 2014-2019 dan saat menjabat sebagai Bupati Bengkalis periode 2016-2021.

JPU menyatakan, perbuatan Amril Mukminin itu melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto, Pasal 64 ayat (1) KUHP.**
 

Senin, 09/11/2020 - 19:23:51 WIB
Amril Mukminin Divonis 6 Tahun Penjara 

Senin, 09/11/2020 - 10:02:56 WIB
Jalin Kerjasama Dan Solidaritas : PBB Riau Gelar Rapat Koordinasi

Sabtu, 07/11/2020 - 06:20:27 WIB
Kapolda Riau : Saya Ingin Lindungi Riau dari Segala Tindak Kejahatan

Kamis, 05/11/2020 - 09:53:11 WIB
Kejari Pekanbaru Tetapkan Abdimas Syahfitra Jadi Tersangka

Senin, 19/10/2020 - 16:00:50 WIB
Tim Puslitbang Polri Kunjungi Polresta Pekanbaru

Senin, 19/10/2020 - 06:43:13 WIB
Pengurus PJI-Demokrasi se Provinsi Riau Siap Dikukuhkan dan Dilantik 

Sabtu, 17/10/2020 - 13:42:39 WIB
Gandeng Elemen Masyarakat, Kapolresta Ajak Masyarakat Tolak Demo Anarkis 

Jumat, 16/10/2020 - 14:19:31 WIB
Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Amankan dua Pelaku Pengedar Narkoba Di kampung Dalam

Selasa, 13/10/2020 - 06:44:08 WIB
Diisukan Meninggal, Satu Mahasiswa Korban Aksi Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Riau Dalam Kondisi Baik

Senin, 12/10/2020 - 07:44:31 WIB
Peaku Pencurian Jambet Berlibur Dibalik Terali Besi Polsek Bukit Raya 

Sabtu, 10/10/2020 - 08:35:50 WIB
Kapolresta Pekanbaru terima penghargaan dari LEMKAPI

Jumat, 09/10/2020 - 11:59:27 WIB
Curi Handphone Tetangga diamankan Polsek Tenayan Raya

Selasa, 06/10/2020 - 14:49:50 WIB
PN Pekanbaru Akan Tutup Untuk Sementara 

Senin, 05/10/2020 - 18:52:33 WIB
Kapolresta Pekanbaru Ucapkan HUT TNI Ke-75 Dengan Kunjungi ke Kodim 0301 dan POM TNI 

Sabtu, 03/10/2020 - 16:39:26 WIB
Kapolresta hadiri Apel Gelar Pasukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro 

Jumat, 02/10/2020 - 09:50:58 WIB
Kuasa Hukum Pajaruddin Somasi PT.Cahaya Amal Gemilang 

Rabu, 30/09/2020 - 08:05:30 WIB
Kapolresta hadiri Rapat Anev Pembatasan sosial Berskala Mikro

Selasa, 29/09/2020 - 11:02:39 WIB
HUT Ke-2 DPW MOI Riau Laksanakan RAKERWIL

Minggu, 27/09/2020 - 11:02:38 WIB
Polsek Bukit Raya Amankan Pelaku Pencurian.

Jumat, 25/09/2020 - 17:33:00 WIB
Tim  Pemburu  Teking  Covid-19 operasi Yustisi masih menemukan masyarakat yang tidak disiplin. 

Jumat, 18/09/2020 - 19:18:07 WIB
LSM Bara Api Laporkan Dua Dugaan Proyek Fiktif di PUPR Kota Pekanbaru 

Rabu, 05/08/2020 - 08:14:26 WIB
Dugaan Pengancaman dan Penganiayaan pada Wartawan , PWOINusantara Riau Minta Segera Ciduk Pelaku 

Minggu, 26/07/2020 - 08:16:04 WIB
Pengeroyokan Sadis Terhadap RIus Bu,ulölö, Anton Lepok Akhirnya Menyerahkan Diri 

Jumat, 24/07/2020 - 10:55:07 WIB
Rius Buulolo,Pedagang Nenas di Bacok Pereman 

Senin, 13/07/2020 - 12:40:42 WIB
DPW MOI RIAU SAMPAIKAN SURAT AUDIENSI KE KETUA DPRD KOTA PEKANBARU

 
HOME | UTAMA
PEMERINTAH KOTA PEKANBARU © 2015