Kasus Penipuan CPNS Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara 

Dibaca sebanyak 127 kali
Pekanbaru | Yulius Halawa | Jumat, 14/02/2020 | 12:38:52 WIB
 

Realitaonline.com, Pekanbaru – Kasus penipuan yang menjerat Murkayani yang sudah berlangsung 6 (enam) tahun yang lalu, membuatnya harus duduk dikursi pesakitan.
Dalam persidangan lanjutan yang menjerat Murkayani dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Pekanbaru yang dipimpin oleh Hakim Ketua Majelis, Saut Maruli Tua Pasaribu, SH MH, Hakim anggota Iwan irawan. SH. Mangapul Saragih, SH MH, Kamis, (13/02).
JPU (Jaksa Penuntut Umum) Benhard Sitompul dalam tuntutannya menjelaskan pelaku telah dinyatakan bersalah sehingga dijatuhi hukuman penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan di tahanan Lapas Kota Pekanbaru.
Kasus ini berawal saat korban MN mendapatkan informasi bahwa Murkayani mempunyai anak di Jakarta di Kementrian Pendayaguna Aparatur Negara (KEMENPAN) yang bisa memasukan PNS tanpa tes dengan membayar uang sebesar Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah).
Mendengar hal tersebut, korban menyetujuinya dan Murkayani memberikan alamat anaknya yang dimaksud lewat sms, kemudian MN mengirimkan semua dokumen persyaratan yang diminta seperti foto copy KTP, foto copy Ijazah, dan Pas photo ke alamat tersebut.
Akhirnya MN mengirimkan sejumlah uang secara bertahap hingga total uang yang dikirimnya kepada Murkayani senilai Rp. 150.000.000,- ( seratus limapuluh juta rupiah ) beserta bukti transferannya.
Namun hingga berselang setahun, PNS tidak kunjung ada kepastian.
Hingga berjalan tiga tahun, tidak ada kepastian dengan selalu mengatakan agar menunggu sampai akhirnya M.N meminta kembali uang yang telah ditrasfernya kepada Murkayani tetapi Tersangka tidak bisa mengembalikan. Hal itu menyebabkan pertengkaran diantara M.N dan Murkayani dan akhirnya korban melaporkan kasus ini ke Polda Riau.
Menanggapi atas tuntutan  JPU, kuasa hukum korban, LAW Office RMB Pasaribu, SH MH & Associates, menyampaikan  apa yang dilakukan terdakwa sudah terbukti bersalah di Pengadilan.
“Meskipun sampai saat ini dengan tuntutan Jaksa 2 setengah tahun, dalam arti kata itu sudah memenuhi unsur perlakuan pidana yang dia lakukan. Tinggal kita menunggu dari hasil putusan dan pertimbangan dari pihak Majelis Hakim,” jelas RMB Pasaribu.
“Kita semua berharap bahwa Majelis Hakim dapat membuat keputusan berdasarkan keterangan – keterangan saksi. Perlakuan yang dilakukan Terdakwa dengan menjanjikan, dengan memastikan sesuatu hal yang tersebut yang tidak dapat direalisasikannya adalah memang nyata delik pidananya,” lanjutnya.
“Jadi yang kami dan klien kami harapkan agar Majelis Hakim dalam mengambil suatu putusan, walaupun Terdakwa dengan PH nya akan melakukan Pledoi ( Pembelaan ) di tanggal 17 Februari nanti, kita akan tetap menggiring perkara tersebut untuk hasil yang maksimal,” pungkasnya.
RMB Pasaribu menegaskan, Fiat justitia ruat caelum,  hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun langit akan runtuh. (***)
 

Sabtu, 29/02/2020 - 07:02:05 WIB
Generasi Pemuda Nias Bersatu Gelar Rapat Perdana Dalam Persiapan Syukuran 

Jumat, 28/02/2020 - 15:25:54 WIB
Beri Arahan pada Siswa Bintara Polda Riau, Kalemdiklat Polri: Tanamkan Jadi Polisi yang Baik 

Selasa, 25/02/2020 - 19:18:33 WIB
Komit Tindaklanjuti MoU, Unilak Gelar Pelatihan Relawan Karhutla 

Selasa, 25/02/2020 - 13:15:03 WIB
Pelatihan dan Pemberangkatan Relawan ke Lokasi Karhutla 

Senin, 24/02/2020 - 21:46:37 WIB
Kapolda Riau Sebut Polresta Pekanbaru Baik Dalam Pelaksanaan 7 Program Prioritas Kapolri

Senin, 24/02/2020 - 07:44:35 WIB
Judi Togel Marak di jalan Kereta Api,Warga resah

Jumat, 21/02/2020 - 12:01:46 WIB
Presiden Jokowi Tinjau dan Resmikan Rehabilitasi Madrasah di Pekanbaru  

Jumat, 21/02/2020 - 11:21:54 WIB
Pengadilan Tinggi Pekanbaru Mengadakan Sidang Pleno Tahun 2019.

Kamis, 20/02/2020 - 15:49:42 WIB
BNN Minta Oknum Polisi Terlibat Narkotika Dihukum Mati 

Kamis, 20/02/2020 - 07:18:46 WIB
BNN Bersama Bea Cukai Amankan Sabu 10Kg Dan Exstasi 60 Ribu Butir 

Selasa, 18/02/2020 - 07:22:09 WIB
Ketua Bhayangkari Cabang Kota Pekanbaru Berikan Bantuan Untuk Bayi Yang Ditemukan Dietalase Warung

Selasa, 18/02/2020 - 07:22:09 WIB
Ketua Bhayangkari Cabang Kota Pekanbaru Berikan Bantuan Untuk Bayi Yang Ditemukan Dietalase Warung

Senin, 17/02/2020 - 15:07:25 WIB
Kadisnaker Pekanbaru: YKKI Kalam Kudus Harus Penuhi Hak Tenaga Kerja  

Senin, 17/02/2020 - 14:19:22 WIB
Kapolresta Pekanbaru Bersama Kapolsek Limapuluh Besuk Ibu Bayi Yang Meninggal

Jumat, 14/02/2020 - 12:38:52 WIB
Kasus Penipuan CPNS Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara 

Rabu, 12/02/2020 - 14:14:17 WIB
Ketua DPD PDIP Riau Laporkan Morlan Simanjuntak dan Kuasa Hukumnya

Rabu, 12/02/2020 - 10:41:48 WIB
Hari Ini, Morlan dan Kuasa Hukumnya Dilaporkan ke Polda 

Selasa, 11/02/2020 - 14:10:26 WIB
TigaPelaku Residivis Ini Berhasil Ditangkap Polsek Senapelan

Selasa, 11/02/2020 - 07:49:08 WIB
Pembunuh Istri Akhirnya Divonis 10 Tahun Penjara

Jumat, 07/02/2020 - 09:54:06 WIB
Ketua LAN Riau Sefianus Zai,SH Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Narkoba.

Rabu, 05/02/2020 - 07:19:15 WIB
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Menyebabkan Nyawa Melayang Dituntut 12 Tahun Penjara 

Selasa, 04/02/2020 - 14:06:35 WIB
Sampah di Kelurahan Marpoyan Jalan Kereta Api dibiarkan Menumpuk 

Kamis, 23/01/2020 - 18:10:50 WIB
BNN Provinsi Riau Tangkap Pengedar Narkoba Jenis Sabu dan Extasi Modifikasi 

Kamis, 23/01/2020 - 14:31:22 WIB
Divonnis Melanggar Kode Etik, Advokat Muslim Amir Diberhentikan Setahun 

Kamis, 23/01/2020 - 11:26:36 WIB
Belasan Alat Berat Pemda Pelalawan Terkesan Diterlantarkan 

 
HOME | UTAMA
PEMERINTAH KOTA PEKANBARU © 2015