Camat Kuala Kampar Akan Telusuri Pembuatan Kanal Di Lahan Pertanian 

Dibaca sebanyak 933 kali
Pelalawan | Yulius Halawa | Selasa, 12/11/2019 | 07:45:56 WIB
 

Realitaonline.com, Kabupaten Pelalawan -
Camat Kuala Kampar T Eddy Zuachjar S.Sos mengaku akan segera konfirmasi ke Desa Sungai Solok perihal kanal yang berdampak buruk bagi para petani sawah. Isu adanya pembuatan kanal lahan milik pengusaha dilokasi pertanian sawah itu, jadi polemik.

Sebab pembuatan kanal besar seperti milik pengusaha yang menguasai ratusan hektar lahan di daerah Desa Sungai Solok, ada prosedurnya. Harus mengantongi izin Amdal (analisa dampak lingkungan) dari instansi terkait. "Selama saya (Camat) disini, seingat saya tidak pernah ada pihak yang mengurus izin Amdal yang namanya pembuatan kanal," ujar Eddy kepada media ini pada Senin (11/11/19) saat ditemui di kantornya.

Sebagaimana isu adanya kanal tersebut dilokasi pertanian masyarakat, akan segera saya koordinasikan kepada pihak desa. Soalnya bisa saja pembuatan kanal tersebut telah dikoordinasikan dulu kepada perangkat desa setempat. Jika hal itu sudah terjadi, tentu akan ditinjau lagi bagaimana cara menyelesaikannya, imbuhnya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Camat Kuala Kampar terkait kanal dilahan milik pengusaha, yang akibatkan kekeringan lahan para petani disekitarnya. Bayangkan ratusan keluarga petani yang hanya menggantungkan hidupnya untuk bercocok tanam padi di sawah, menjerit atas ulah pengusaha tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat Kuala Kampar juga sebagai korban dari pembuatan kanal ratusan lahan milik pengusaha tersebut mengaku sangat keberatan. Sebab akibat kekeringan ladang sawah tersebut, ratusan keluarga petani sawah, terancam gagal tanam.

Menurut pengakuan Tambi, kanal lahan milik pengusaha yang bernama Awi keturun tionghoa yang merupakan warga Tanjung Batu itu, berada dalam lokasi tanggul yang telah dibuat oleh pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan. Fungsi tanggul yang dibuat oleh pemerintah, untuk mencegah naiknya pasak air sungai ke ladang pertanian sawah milik para petani.

Dikatakan Tambi, akibat pembuatan kanal lahan milik Awi, telah merusak masa depan ratusan keluarga petani sawah di Kecamatan Kuala Kampar. Karena rata-rata yang memiliki ladang sawah tersebut tidak memiliki mata pencaharian lain.

Kemudian Tambi juga mempertanyakan alas hak atau legalitas kepemilikan lahan yang mencapai ratusan hektar tersebut. Soalnya lahan seluas itu sudah merupakan lahan perkebunan yang harus mengantongi izin dari pemerintah. Mulai dari izin pelepasan lahan, izin prinsip, sampai harus mengantongi izin usaha perkebunan yang berbadan hukum seperti PT. atau CV. cetusnya.

Dan jika itu terjadi pada lahan pertanian masyarakat Kuala Kampar, tentu sudah menjadi beralih fungsi. Sementara melalui salah satu stasiun televisi tadi malam, Menteri Pertanian Republik Indonesia Yasin Limpo telah menekankan bahwa lahan pertanian tidak boleh beralih fungsi, ujarnya menirukan pernyataan Menteri yang dia saksikan dari televisi. (Sona)
 

Sabtu, 21/03/2020 - 11:26:16 WIB
Warga Kesal Pihak SPBU Prioritaskan isi jerigen Daripada Kenderaan 

Rabu, 11/03/2020 - 20:02:02 WIB
Camat Kerumutan Ambil Sumpah Janji BPD Desa Bukit Lembah Subur dan Desa Pematang Tinggi 

Kamis, 20/02/2020 - 07:32:41 WIB
Adi Sukemi : Mahasiswa Harus Cermat dan Memahami Visi Calon Pemimp

Selasa, 18/02/2020 - 16:43:03 WIB
Ketua TP PKK Kabupaten Pelalawan Buka Kegiatan Pembinaan Administrasi 

Selasa, 18/02/2020 - 16:34:43 WIB
BPS Kabupaten Pelalawan Gelar Rapat Koordinasi Kecamatan Dalam Rangka Sensus Penduduk 2020

Selasa, 18/02/2020 - 09:50:14 WIB
TP PKK Kabupaten Pelalawan Kunjungi Kecamatan Kerumutan

Kamis, 06/02/2020 - 05:46:26 WIB
Bupati Pelalawan Pimpin Apel Siaga Karhutla di Kuala Kampar

Rabu, 05/02/2020 - 13:56:38 WIB
Bupati Pelalawan Resmikan Penggunaan Listrik 24 Jam Di 3 Desa Di Kecamatan Teluk Meranti 

Selasa, 04/02/2020 - 04:47:06 WIB
Camat Langgam Mengundurkan Diri Jadi Tanda Tanya 

Kamis, 30/01/2020 - 18:27:27 WIB
Sampan Bantuan Tak Bisa Difungsikan, Ini Kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pelalawan 

Rabu, 29/01/2020 - 18:18:23 WIB
Boat Pompong Reward PT. PMBN Di Desa Rantau Baru Diresmikan

Kamis, 23/01/2020 - 20:15:00 WIB
Kinerja Inspektorat Pelalawan Dipertanyakan LSM

Kamis, 16/01/2020 - 07:45:01 WIB
Kejaksaan Negeri Pelalawan Beralasan Tunggu BPKP

Rabu, 15/01/2020 - 18:42:31 WIB
PT. RAPP Ngaku Belum Tahu Terjadinya Laka Naker

Jumat, 10/01/2020 - 19:35:29 WIB
PT. GSI Sosialisasikan Survei Seismik Ke Warga Padang Luas

Minggu, 29/12/2019 - 08:36:30 WIB
Ibrahim Tuding Berita Dugaan Kejahatan PT. Musim Mas Bohong Dan Modus

Jumat, 27/12/2019 - 10:25:35 WIB
Ibrahim Klarifikasi Ulang Dugaan Kejahatan PT. Musim Mas 

Senin, 09/12/2019 - 16:45:45 WIB
Forum Lintas LSM Pelalawan Ajak Masyarakat Perangi Korups

Selasa, 03/12/2019 - 06:40:52 WIB
Warga Desa Teluk Kesal Diterpa Fitnah 

Senin, 02/12/2019 - 07:23:55 WIB
Pengelolaan Dana BOS Terkesan Ditutupi SMKN 1 

Kamis, 28/11/2019 - 10:05:30 WIB
Kepsek SMKN 1 Dinilai Kangkangi UU KIP 

Rabu, 27/11/2019 - 16:15:38 WIB
Kepala SMKN 1 Bantah Dugaan Manipulasi SPJ BOS

Rabu, 20/11/2019 - 10:41:09 WIB
LSM KPK Nusantara Soroti Legalitas PT. Parawira 

Kamis, 14/11/2019 - 18:30:54 WIB
Korwil Perikanan Kuala Kampar Abaikan Tugas, Cari Uang Sampingan 

Selasa, 12/11/2019 - 17:08:14 WIB
Pemuda Kuala Kampar Angkat Bicara Atas Masalah Lahan Pertanian

 
HOME | UTAMA
PEMERINTAH KABUPATEN PELALAWAN © 2015
>